Mengenal Bagian-bagian Kamera DSRL

Kalau kita memiliki sesuatu yang baru, tentu harus kenalan dulu dong, hehe. Nah dipostingan kali ini kita akan mengenal lebih jauh bagian-bagian dari kamera DSRL. Kamera DSRL memiliki banyak bagian dan fungsinya masing-masing, semuanya akan dijelaskan dibawah ini :

  1. Handgrip

    Handgrip

    Handgrip
    (Sumber : DHgate.com)

Bagian Handgrip berfungsi sebagai pegangan kamera, dan biasanya disertai dengan aksessoris sabuk agar lebih aman. Kebanyakan orang umumnya memegan kamera dengan tangan kanan, sedangkan tangankiri memegang lensa, kemudian jari-jari tangan kiri mengatur zoom, focus, dan lain-lain.

  1. Dial Mode Button

    dialmode button

    Dial Mode Button
    Sumber (http://thekadencia.blogspot.co.id/)

Dial mode button berfungsi untuk memilih mode pengaturan gambar yang akan kita gunakan secara otomatis.

  1. Eyepiece (dudukan mata)

    Eyepiece

    Eyepiece
    (Sumber : amazon.com)

Seperti namanya, bagian ini berfungsi sebagai dudukan mata saat kita melihat ke arah viewfinder.

  1. Viewfinder (jendela bidik)`

    Viewfinder

    Viewfinder
    (Sumber : mejorcamara.com )

Viewfinder menggunakan metode pentaprisma (bentuk segilima) yang ditempatkan di atas jalur opertikal melalui lensa ke lempengan sensor image. Cara kerjanya adalah cahaya yang masuk akan dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Lalu, pentaprisma memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai viewfinder (jendela bidik). Saat tombol shutter dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga dapat langsung mengenai sensor image. Selain itu, kamu juga dapat melakukan komposisi, mengatur parameter, pada viewfinder.

  1. Image sensor (sensor penangkap gambar)

    Image Sensor

    Image Sensor
    (Sumber : http://www.bodu9.ru )

Dalam menangkap dan mengolah suatu gambar menjadi file digital, kamera menggunakan bagian yang bernama Image sensor. Cara kerja image sensor yaitu :

  1. Saat kamu menekan tombol shutter, mirror perlu terangkat keatas untuk menangkap cahaya yang dihantarkan oleh lensa.
  2. Maka viewfinder akan menjadi gelap, dan cahaya mengenai sensor.
  3. Nah, setelah itu Image sensor menangkap cahaya kemudian disimpan dalam memory card.

  1. Flash

Kalau bagian flash, biasanya digunakan untuk foto dalam keadaan gelap atau malam hari.

  1. Hotshoe 

    Hotshoe

    Hotshoe
    (Sumber : http://www.ebay.com )

Jika kamu menggunakan flash eksternal, maka hotshoe akan berguna sebagai dudukannya. Tempatnya berada di tengah atas body kamera.

  1. Lensa

Untuk mempermudah pemahaman, saya akan membagi lensa ke 2 bagian, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Bagian dalam, yaitu lensa yang tertanam di body kamera bagian depan, fungsinya untuk memfokuskan cahaya hingga mampu ditangkap oleh image sensor. Sedangkan bagian luar adalah bagian ujung dari lensa bagian dalam. Bagian luar terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variable), cincin diafragma, dan cincin fokus.

Lensa

Lensa
(Sumber : https://www.shutterstock.com )

Lensa sendiri memiliki 5 karakter, yaitu wide (melebar), macro (memperbesar), tele (zoom), tilt & shift, dan fish eye. Selain memiliki karakter, lensa juga ada jenisnya. Jenis lensa ada dua, yaitu lensa fix (tidak bisa dirubah) dan zoom (bisa dirubah). Maksudnya, lensa fix memiliki jarak yang tetap, contohnya lensa fix 50mm, sedangkan lensa zoom jaraknya bisa dirubah, contohnya lensa yang memiliki range 17-85mm. Dalam meredam getaran, ternyata lensa sudah dibekali dengan Image Stabilizer.

  1. LCD Monitor

Tidak seperti kamera zaman dulu, dengan adanya LCD monitor (layar LCD) maka kita dapat melihat preview hasil pemotretan, dan bisa memilih mana gambar yang akan dihapus atau tetap disimpan secara langsung,. LCD monitor juga memiliki fungsi untuk mengatur settingan kamera yang akan digunakan.

  1. Titik Focus

    Titik Fokus

    Titik Fokus
    (Sumber : https://momswithacamera.wordpress.com)

Pada saat membidik menggunakan viewfinder, maka akan terlihat beberapa titik-titik kecil, banyaknya sih tergantung model kameranya. Fungsi dari titik focus itu adalah untuk membantu kamu mencari focus gambar yang diinginkan.

  1. Tombol-tombol

Pada body kamera DSLR, tentunya terdapat tombol-tombol yang asing bagi kita. Berikut ini adalah penjelasan menganai tombol yang ada :

  1. Diafragma, tombol untuk mengatur lebar bukaan lensa
  2. ISO, yaitu tombol untuk mengatur kemampuan pencahayaan. Semakin besar ISO, maka semakin besar pula sensitivitas pada sensor yang bersangkutan. ISO yang lebih tinggi juga akan meghasilkan gambar yang lebih terang daripada ISO yang rendah.
  3. White Balance, tombol untuk mengatur keseimbangan warna berdasarkan kadar warna putih pada gambar
  4. Shutter release, yaitu tombol untuk memicu rana agar membuka atau membuka
  5. Shutter speed, yaitu tombol untuk mengatur waktu bukaan rana. Ingin mengetahui lebih lengkap tentang Shutter Speed? silahkan baca disini.

 

Updated: June 19, 2017 — 5:49 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *