Apa Itu Shutter Speed Pada Kamera?

Shutter Speed adalah kecepatan membuka dan menutupnya rana/ jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Gampangnya ketika sebuah foto diambil, kamu pasti menekan tombol shutter kan? Saat tombol shutter ditekan, maka “gerbang” shutter akan membiarkan cahaya masuk melalui lensa untuk diterima ke sensor. Singkatnya, shutter speed adalah waktu antara kamu menekan tombol shutter/ rana sampai tombol tersebut kembali ke posisi awal.

Shutter tertutup

Shutter tertutup

Shutter terbuka

Shutter terbuka

Jika teman-teman masih bingung, berikut saya umpamakan kamera menjadi sebuah rumah, dimana diluar  rumah terdapat ribuan orang (cahaya) yang mengantri. Nah, pada saat pintu (shutter)  rumah dibuka, otomasis kita mengijinkan orang (cahaya) yang mengantri tadi untuk masuk bukan? Seperti itulah yang dinamakan Shutter Speed.

Untuk mengukur shutter speed satuannya adalah detik. Misalnya 1/30, 1/100, atau 1/1000. Contoh pengaplikasiannya yaitu ketika kamu melakukkan pengaturan shutter speed 1/1000, maka selama itulah kamu membiarkan cahaya masuk kedalam sensor. Untuk batas shutter speed yang “aman” yaitu pengaturan harus lebih besar dari panjang lensa yang digunakan. Misalkan memakai lensa 17mm, maka gunakan shutter speed 1/30.

Apakah rentan waktu shutter speed memiliki pengaruh? Tentu, seperti pada perumpamaan rumah tadi, jika terlalu banyak orang (cahaya) yang masuk, maka rumah tersebut akan kelibihan muatan (over exposure). Tidak hanya itu, pengaruh yang lain akan dibahas lebih rinci dibawah.

Perlu diketahui, ternyata tidak tidak hanya shutter speed yang memberi pengaruh terhadap hasil jepretan kamu, untuk menghasilkan gambar yang bagus,  kita perlu mengatur komposisi segitiga exposure dengan tepat.

Jika kita melihat dari sisi shutter speednya saja, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat terjadi

  1. Mempengaruhi Pencahayaan

Jika shutter speed disetting untuk terbuka lebih lama, maka semakin banyak cahaya yang masuk ke dalam sensor. Akibatnya gambar yang dihasilkan menjadadi sangat terang. Sebaliknya, jika kita mengatur shutter speed untuk menutup terlalu cepat, maka cahaya yang masuk akan sangat minim dan mengakibatkan gambar menjadi gelap.

  1. Membekukan Suatu Gerakan

Dengan menggunakan settingan shutter speed cepat, misal 1/1000 saat kamu memotret mobil yang bergerak, maka gambar yang dihasilkan adalah mobil seolah-olah berhenti/ beku. Teknik seperti ini juga sering digunakan dalam fotografer saat memotret kegiatan olahraga, misalnya saja dalam sepak bola, lomba lari, dsb.

Membekukan gerakan, atau biasa disebut "Panning"

Membekukan gerakan, atau biasa disebut “Panning”

  1. Membuat efek

Jika tadi membekukan gerakan, kali ini dengan shutter speed yang lambat kita bisa menciptakan berbagai efek yang menarik dan lembut. Misalnya foto air yang jatuh, atau pemandangan kota dengan efek lampu kendaran seperti gambar dibawah. Untuk melakukan teknik ini sangat diperlukan tripod agar kamera bebas dari getaran dan hasil gambarnya menjadi tajam.

Efek melambatkan shutter speed pada lalu lintas.

Efek melambatkan shutter speed pada lalu lintas.

Efek melambatkan shutter speed pada air terjun.

Efek melambatkan shutter speed pada air terjun.

Mungkin hanya itu pengertian shutter speed yang bisa saya bahas, jika teman-teman merasa artikel ini bermanfaat silahkan share yah, dan jika ada yang kurang kamu bisa mengkoreksi melalui kolom komentar. Sekian dan terimakasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *